Artificial Intelligence adalah sebuah ilmu komputer yang
menangani kasus kecerdasan buatan yang dapat dilakukan oleh komputer.AI pada
game biasanya digunakan untuk NPC(non-player-characters) jadi NPC ini adalah
dia bergerak secara otomatis tanpa kita kendalikan sehingga NPC ini dapat di
set menjadi lawan atau kawan sehingga permainan menjadi lebih hidup tanpa harus
ada player yang dapat memainkannya,AI itu sendiri sebuah kumpulan yang mana
berisikan teknik-teknik / algoritma khusus untuk menyelesaikan sebuah
permasalahan.
Game Engine adalah suatu software yang digunakan untuk
membuat game. Fungsi utama dari Game Engine adalah sebagai renderer grafik 2D
maupun 3D, physics engine, pengatur audio, scripting, animasi game, AI
(Artificial Intelligence), networking, streaming, pengaturan memori,
localization support, dan pengaturan grafik. Satu Game Engine bisa untuk
membuat berbagai tipe game, dan bisa memudahkan “port” games ke console
lain.
Contoh – contoh Game Engine
Game engine biasanya datang dengan berbagai macam jenis dan ditujukan untuk berbagai kemampuan pemrograman.
Ada 3 tipe game engine yang ada saat ini, diantaranya :
Game engine biasanya datang dengan berbagai macam jenis dan ditujukan untuk berbagai kemampuan pemrograman.
Ada 3 tipe game engine yang ada saat ini, diantaranya :
1. Roll-your-own game engine Banyak perusahaan game kecil
seperti publisher indie biasanya menggunakan engine-nya sendiri. Mereka
menggunakan API seperti XNA, DirectX atau OpenGL untuk membuat game engine
mereka sendiri. Di sisi lain, mereka kadang menggunakan library komersil atau
yang open source. Terkadang mereka juga membuat semuanya mulai dari nol.
Biasanya game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar
diberikan secara gratis, juga memperbolehkan mereka (para developer) lebih
fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk
sebagai game engine mereka sendiri. Kelemahannya banyak engine yang dibuat
dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Tower Games Studio
membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine-nya, hanya untuk
ditulis ulang semuanya dalam beberapa hari sebelum penggunaannya karena
adanya bug
kecil yang sangat mengganggu.
kecil yang sangat mengganggu.
2. Mostly-ready game engines Engine ini biasanya sudah
menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer/programer. Semuanya
termasuk contoh GUI, physiscs, libraries model, texture dan lain-lain. Banyak
dari mereka yang sudah benar-benar matang, sehingga dapat langsung digunakan
untuk scripting sejak hari pertama. Game engine semacam ini memiliki beberapa
batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang
benar-benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi banyak error
yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis
dan masih memungkinkan game engine-nya tersebut untuk mengoptimalkan kinerja
game-nya. Contoh tipe game engine seperti ini adalah Unreal Engine, Source
Engine, id Tech Engine dan sebagainya yang sudah sangat optimal dibandingkan
jika harus membuat dari awal. Dengan hal ini dapat menyingkat menghemat waktu
dan biaya dari para developer game.
3. Point-and-click engines Engine ini merupakan engine yang
sangat dibatasi, tapi dibuat dengan sangat user friendly. Anda bahkan bisa
mulai membuat game sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game
Builder dan Unity3D. Dengan sedikit memanfaatkan coding, kamu sudah bisa
merilis game point-and-click yang kamu banget. Kekurangannya terletak pada
terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan dan biasanya hal ini mencakup
semuanya, mulai dari grafis hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine
jenis ini tidak berguna, bagi developer cerdas dan memiliki kreativitas tinggi,
game engine seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti
Flow. Game engine ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat
waktu pemrogramman dan merilis game-game mereka secepatnya.
Macam-macam Game Engine :
1. RAGE
Merupakan kependekan dari Rockstar Advanced Game Engine. RAGE
telah dipakai oleh Rockstar untuk membuat game-game besar seperti GTAV.
Bersifat proprietary.
2. Unreal Engine
Pilihan bagi para indie developer karena sifatnya yang bersifat
freeware dan menjadi propietary jika ingin mendapatkan fitur tambahan (pro).
Game yang telah dirilis menggunakan engine ini antara lain : Unreal Tournament,
seri Gears of War, seri Mass of Effects, Medal of Honor : Airborne, dan
Outlast.
3. CryEngine
Merupakan game engine yang dikembangkan oleh Crytek. Telah
merilis berbagai game seperti seri Crysis dan Far Cry. Tetapi game engine ini
sangat berat untuk kelas pc yang mempunyai spek rendah sehingga sering dijuluki
“Cry engine make me cry”.
4. Anvil, Distrupt, Dunia, Jade, dan LyN
Merupakan game engine yang dikembangkan oleh Ubisoft, tentunya
game-game keluarannya merupakan seri Prince of Persia, Tom Clancy, Assassin’s
Creed, dll.
5. Frostbite
Terkenal setelah seri Battlefield menjadi game yang katanya game
first-person shooter terbaik, menurut sebagian orang.
6. HPL Engine
Game engine ini terkenal dari seri game horor keluarannya, seperti Penumbra (Overture, Black Plague, Requiem) dan Amnesia (The Dark Descent, A Machine For Pigs)
Game engine ini terkenal dari seri game horor keluarannya, seperti Penumbra (Overture, Black Plague, Requiem) dan Amnesia (The Dark Descent, A Machine For Pigs)
7. Unity
Game-game keluarannya lebih sering menuju ke aplikasi dan
game-game kecil. Tapi keunggulan tersendirinya adalah fleksibilitas dan bahasa
yang digunakan lumayan mudah (C# dan JavaScript). Game horor keluaran Digital
Happiness yaitu DreadOut yang notabene dibuat oleh anak bangsa dikembangkan
oleh Unity. Angkot The Game mungkin juga dikembangkan oleh Unity. Game-game
lainnya adalah Slender, Temple Run, Bad Piggies, dsb.
8. SAGE, W3D
Jika anda pernah memainkan game-game seri Command & Conquer
maka game itu di buat menggunakan game engine SAGE. Versi awal dari SAGE adalah
W3D yang dikembangkan oleh Westwood Studios. Sekarang, versi terbaru dari
engine ini adalah SAGE 2.0 yang dikembangkan oleh Westwood Studios dan
Electronic Arts Los Angeles.
9. Source Engine
Game engine ini lebih banyak digunakan dalam game genre fps.
Dengan ini maka game-game yang dikeluarkannya adalah seri Counter Strike, Half
Life, Portal, Left 4 Dead, dan The Stanley Parable.
Sumber :