Protokol pada Model Referensi OSI layer
Pada Model referensi OSI layer terdapat beberapa
protokol pada lapisan-lapisan tertentu. Layer-layer tersebut adalah:
1. Physical Layer
Mentransmisikan data biner melalui komunikasi
Contoh protokolnya : 10baseT, 100baseT, RS232.
2. Data link
layer
Protokol pada data link layer mengantur secara langsung transfer antara node-node
dari data antara dua komputer.
Fungsi-fungsi yang mendukung protokol ini antara lain:
a. Deteksi dan koreksi kesalahan transmisi
b. Framing dan link akses
c. Reliable deliverry
d. Flow control
Flow control merupakan teknik yang digunakan untuk
mengontrol proses pengiriman frame dari pengirim ke penerima agar tidak terjadi
penumpukan frame yang menyebabkan hilangnya frame sebelumnya, hal ini terjadi
karena buffer penerima belum mengambil frame yang harus diterimanya.
Teknik error control pada data link pada umumnya
ada dua, yaitu:
a. Error detection ada tiga jenis, yaitu Parity, BCC dan CRC yang dilakukan
pada hardware, jika ada error maka flag ketiga detection itu akan on. Jika on
maka penerima akan meminta ulang pengiriman data.
b. Error correction
Frame yang ada pada data link harus mencakup syncronisasi, format yang sesuai
dengan control frame, agar physical layer dapat menerima format data link layer
dan menjadi streaming bit.
Contoh-contoh protokol pada data link layer
a. HDLC (High Level Data Link Control)
b. Data Link layer pada intenet terdiri dari
• SLIP (Serial Line IP)
• PPP (Point to Point Protocol)
c. Data Link layer pada ATM
3. Network
layer
Internet protocol memiliki dua arsitektur, yaitu :
1. Connectionless Internetworking Protocol
Keuntungan dari connectionless internetworking adalah :
a. Flexibel dapat dipakai dengan berbagai type network yang connectionless
dengan sedikit modifikasi
b. Highly Roubus, jika ada node data paket hilang dapat diperoleh lewat node
yang lain
c. Sangat tepat jika connection yang diminta transport layer adalah
connectionless
2.
Connection Internetworking Protocol
Contoh dari Connection Internetworking Protocol adalah :
a. ICMP (Internet Control Message Protocol) bertugas mengirimkan pesan-pesan
kesalahan dan kondisi lain yang memperhatikan perhatian khusus
b. ARP (Address Resolution Protocol) bertugas menemukan hardware address suatu
host dengan alamat IP tertentu
c. RARP (Reverse Address Resolution Protocol) bertugas menerjemahkan hardware
address menjadi IP address suatu host.
d. IP (Internet Protocol) bertugas untuk menyediakan cara terbaik untuk membawa
datagram dari sumber ketujuan, tanpa memperdulikan apakah mesin yang
bersangkutan berada pada jaringan yang sama atau tidak, atau apakah terdapat
jaringan-jaringan lainnya antara sumber dengan tujuan atau tidak.
4. Transport
layer
Layanan transport di implementasikan oleh protokol transport yang dipakai
antara dua buah entity, protokol ini menyerupai protokol pada data link dalam
hal kontrol error, pengurutan, dan mengontrol aliran data.
Selain persamaan tersebut protokol transport dan protokol data link juga
memiliki perbedaan.
Perbedaan protokol transport dengan protokol data link ada pada:
a. Lingkungan tempat protokol-protokol itu beroperasi. Pada data link dua buah
router berkomunikasi secara langsung melalui saluran fisik dan tidak perlu
dilakukan pengalamatan untuk menetukan router yang diajak berkomunikasi,
sedangkan pada pada transport layer saluran fisik tersebut digantikan oleh
subnet dan diperlukan pengalamatan untuk menetukan dengan router yang diajak
berkomunikasi.
b. Pengalokasian buffer. Pada data link buffer dialokasikan tetap di setiap
saluran sehingga frame baru akan selalu mendapatkan buffer yang bisa digunakan.
Pada transport layer tidak menarik jaka dilakukan hal yang sama dengan data
link, karena pada transport layer terjadi koneksi dengan jumlah yang besar.
5. Session
layer
Fungsi terpenting session layer adalah untuk membawa sematik dari interaksi
session service user melelui hubungan dengan user lain. Interaksi antara
session entity dengan cara saling saling menukar Session Protokol Data unit
(SPDU) melalui hubungan logika, bahwa mereka saling berkaitan terutama ubntuk
mendukung hubungan antara dua session service user.
Pertukaran ini dapat terjadi bila keduanya mengikuti tata cara sintak dan
sematik dari session protokol. Protokol juga mengkhususkan kepada
kejadian-kejadian yang menyebabkan SPDU dikirim, atau aktifitas-aktifitas yang
dilakukan oleh ssession entity ketika menerima SPDU.
Parameter SPDU terdiri dari :
a. Parameter group unit dimiliki oleh encode group parameter
Parameter group unit terdiri dari tiga field, yaitu :
• Field group indicator yang mengindentifikasi parameter group yang telah
diencode.
• Field length indicator yang mengindentifikasikan panjang dari parameter group
yang telah diencode.
• Satu atau lebih parameter unit jika ada.
b. Parameter unit dimiliki encode single parameter
Parameter unit terdiri dari tiga field sebagai berikut:
• Field parameter indicator yang mengindentifikasikan parameter yang telah
diencode.
• Field parameter indicator yang mengindentifikasikan panjang dari nilai
parameter.
• Isi dari parameter itu sendiri jika ada.
Field-field yang biasanya digunakan dalam hubungan komunikasi field, yang
menjadi parameter SPDU terdiri dari:
a. SPDU indicator field menerapkan tipe SPDU
b. Length indicator field menerapkan panjang parameter
c. SPDU parameter field menerapkan encode parameter satu atau lebih
d. User information field menerapkan SPDU dan jika memang ada
6.
Presentation layer
Virtual Terminal Protokol (VTP) merupakan contoh dari protokol pada
Presentation layer.
Fungsi dari VTP adalah suatu paket program dimana terminal khusus diubah
fungsinya menjadi yang umum sehingga dapat dipakai oleh sembarang vendor. Paket
software bagian ini adalah X28/X29/X.3 yang disebut sebagai PAD (Packet
Assambly Deassambly)
X.3 : mengontrol operasi
X.28 : terminal emulator
X.29 : Host emulator
Fungsi dari VTP untuk presentation layer adalah :
a. Membuat dan memelihara struktur data
b. Translating karakteristik terminal ke bentuk standard
7.
Application layer
Pada layer ini ada dua jenis protokol yang sering dipakai, yaitu:
1. SNMP (Simple Network Management Protocol)
Protokol ini berfungsi menyederhanakan sistem network yang kompleks menjadi
sederhana. Semua informasi tentang network akan ada di masing-masing kelompok
yang ditaruh pada Management Information Base (MIB)
Secara umum protokol ini melakukan:
• Restruktur network ke arah yang mudah dikontrol dengan membagi atas
bagian-bagian
• Semua informasi disimpan pada MIB
• Memiliki security
• Memiliki privacy di masing-masing kelompok maupun antar kelompok
• Clock syncronization
• Mempunyai access control
SNMP merupakan suatu komponen yang memegang peranan penting di dalam Sistem
Management Network yang merupakan suatu kumpulan tool untuk memonitori dan
mengontrol network yang memiliki sifat :
• Seorang operator interface mampu memberikan perintah-perintah untuk
melengkapi sebagian atau seluruh kerja management network.
• Sebagaian hardware dan software yang dibutuhkan untuk management dapat
digabung ke dalam peralatan yang ada.
Komponen dari Sistem Management Network adalah:
• Manajement terminal kerja atau manager merupakan peralatan yang berdiri
sendiri namum memiliki kemampuan untuk diterapkan pada sistem distribusi,
manajemen terminal kerja menjadi penghubung antara seorang manager network
dengan sistem management network.
• Agent, yaitu platform-platform kunci seperti host, bridge, router, dan hub
yang mungkin disertakan bersama software agent, sehingga dapat dikelola dari
sebuah manajemen terminal kerja.
• Management Information Base
• Protokol manajement network
Manajemen terminal kerja dan agent dihubungkan oleh sebuah Network Management
Protocol. SNMP dipakai untuk manajemen network TCP/IP, sedangkan untuk network
berbasis OSI digunakan CMIP (Common Management Information Protocol), SNMPv2
yaitu versi SNMP yang telah disempurnakan, telah bisa digunakan pada network
berbasis TCP/IP dan OSI.
2. FTP (File Transfer Protocol)
Protokol ini bertujuan untuk transfer suatu file atau bagian dari file dengan
menggunakan FTP command yang dilakukan dengan menambah driver pada sistem
operasi sehingga sistem operasi dapat digunakan secara interaktif oleh user
saat online. Protokol ini sering kali mencakup layer 5,6, dan 7 bersama-sama
sehingga berfungsi sebagai user application untuk langsung mengakses transport
layer agar file terkirim.
ISO menggunakan standar FTP yaitu FTAM (File Transfer, Access and management)
dalam mengirim, mengakses maupun memanajemen file. Standar ini memiliki tiga
ciri, yaitu:
a. Virtual Filestore Definition, yaitu struktur file, atribut yang menunjukkan
suatu file, tindakan-tindakan penanganan suatu file dan elemen file.
b. File Service Definition, yaitu mendefinisikan pelayanan-pelayanan yang ada
kepada user untuk mengakses dan memanipulasi file virtual.
c. File Protocol Spesification, yaitu berfungsi untuk menyediakan sebuah
dukungan langsung pelayanan FTAM. Terdapat sebuah mapping satu-satu dari
pelayanan sederhana sampai protocol unit data. bagian ini akan melakukan setup
pada bagian koneksi dan menyisipkan checkpoint pada aliran data.
Referensi :
1. https://kelasjarkom.wordpress.com/category/protokol-pada-osi-layer-by-i-wayan-adisaputra/
2. https://kfcngalah.wordpress.com/2012/10/25/tentang-fungsi-dan-perangkat-7-osi-layer/
3. Lucas, Jonathan. 2006. Jaringan Komputer. Yogyakarta : Graha Ilmu
4. Sukmaaji, Anjik. 2003. Buku Materi Kuliah STIKOM Jaringan Komputer edisi pertama. Surabaya : STIKOM