Minggu, 11 Oktober 2015

Profil Huawei






Pendiri Huawei :
Ren Zhengfei
Hasil gambar untuk pendiri huawei

 Huawei Technologies adalah pemimpin dalam penyediaan jaringan telekomunikasi generasi berikutnya, dan saat ini melayani 45 dari 50 operator terbaik dunia, selain lebih dari satu miliar pengguna di seluruh dunia. Perusahaan ini berkomitmen untuk menyediakan produk, layanan, dan solusi inovatif serta unik untuk menciptakan nilai jangka panjang dan potensi pertumbuhan untuk pelanggannya.


PT Huawei Tech Investment

Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia, telah dianggap sebagai salah satu pasar bisnis telekomunikasi paling strategis di dunia oleh Huawei. Unit pemasaran yang dimilikinya secara penuh di Indonesia, PT Huawei Tech Investment, telah memulai bisnisnya di Indonesia pada tahun 2000 dan telah masuk ke tiga besar perusahaan penyedia telekomunikasi untuk operator besar di Indonesia, dengan hampir semua jajaran produk Huawei yang digunakan, seperti Transmisi GSM, UMTS, CDMA, Datacom, Fixed Access Network, Broadband Access Network, Core Network (NGN & Mobile Softswitch), Application & Software (A&S), selain juga terminal pengguna.

Saat ini, Huawei sudah memiliki 10 kantor daerah dan 17 pusat suku cadang di Indonesia untuk menyediakan respons cepat bagi seluruh wilayah Indonesia. Dikarenakan oleh pengembangan bisnis yang cepat serta tujuan untuk menyediakan layanan yang lebih baik kepada pelanggannya, Huawei telah membangun satu pusat riset dan pengembangan lokal di Jakarta yang berfokus pada pengembangan aplikasi perangkat lunak.
Huawei Indonesia saat ini memperkerjakan sekitar 1.200 pegawai, dengan 80 persennya adalah warga lokal.


Posisi Pemasaran di Indonesia

Pada pertengahan tahun 2014 Huawei menempati peringkat satu dalam cakupan pasar di Indonesia pada Akses Pita Lebar (60%) dan juga peringkat ke-3 dunia dalam memproduksi smartphone. Sementara itu, posisi produk Huawei yang lain di Indonesia sebagai berikut:

1.   CDMA
  • Telah mendukung TELKOM (operator terbesar Indonesia) sejak tahun 2005 di area Divisi Regional I (Sumatera), II (Jabotabek), III (Jawa Barat & Banten) dan IV (Jawa Tengah & Jogjakarta), dan sukses melakukan migrasi ke jaringan 800MHz dari 1900MHz di Divisi Regional II dan III pada tahun 2007.
  • Telah mendukung BTEL sejak tahun 2003 untuk mengembangkan layanan di area Jawa Barat & Banten dan program seluruh Indonesia.
  • Telah mendukung INDOSAT sejak tahun 2005 (operator terbesar kedua di Indonesia) di beberapa kota, dan sukses melakukan migrasi ke jaringan 800MHz dari 1900MHz di Jabotabek pada tahun 2007.
2.   GSM/UMTS
  • Telah mendukung INDOSAT sejak tahun 2005 di area Sulampapua.
  • Telah mendukung Excelcomindo Pratama (XL) sejak tahun 2003 di area luar Jawa.
  • Telah dipilih oleh AXIS (NTS) (rekanan dari Saudi Telecom Company dan Maxis Telecommunication) untuk menerapkan layanan penuh jaringan nasional 2G/3G dari tahun 2008 hingga 2010 dan telah mendukung AXIS (NTS) sejak tahun 2005.
 
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)

PT Huawei Tech Investment juga berkomitmen untuk mendukung komunitas lokal, memenuhi tanggung jawab sosial, dan pengembangan pegawai dengan membentuk pusat pelatihan pada bulan Agustus 2007. Pusat Pelatihan HUAWEI – UI adalah pusat riset dan pelatihan, dilengkapi dengan peralatan jaringan generasi berikutnya termasuk NGN soft switch, CDMA 1x dan EVDO, sistem jaringan dan akses inti, senilai lebih dari US$ 3,6 juta. Pusat pelatihan ini terletak di Gedung Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, Depok dan Jakarta.
Kegiatan CSR lainnya yang telah dilakukan sebagai berikut:
  1.  Huawei mendonasikan peralatan dan produk senilai US$ 7 juta di CDMA 450 (50.000 jalur) di daerah Jawa Timur. Presiden RI menghadiri upacara resmi untuk menandai penyelesaian proyek tersebut pada bulan April 2007.
  2. Huawei juga menyediakan sumber daya dan pendampingan setelah tsunami tahun 2005, termasuk peralatan senilai US$ 600.000 dan uang tunai US$ 600.000 kepada pemerintah untuk pemulihan setelah bencana. Selain itu Huawei juga mendonasikan peralatan telekomunikasi senilai US$ 5 juta kepada operator untuk pemulihan bencana.
  3. Huawei Indonesia mendonasikan uang tunai senilai total US$ 50.000 untuk pemulihan gempa Sichuan melalui kedutaan China di Jakarta. Sebagai tambahan, dalam empat hari, Huawei Technologies Co.,Ltd di China berhasil membuka stasiun telekomunikasi pertama di Wenchuan melalui satelit dan sambungan pertama berhasil dilakukan. Hingga akhir Mei 2008, Huawei telah berhasil memulihkan BTS untuk China Mobile (365 unit), China Unicom (370 unit), China Telecom dan China Netcom.
  4. Pada bulan Januari 2009, Huawei Indonesia telah ambil bagian dalam pengembangan pendidikan di Indonesia (sebagai bagian dari program CSR), dengan menyediakan beasiswa, bekerja sama dengan PTN terkemuka seperti ITB dan ITS (January 2009 – Desember 2010).
 
Pendapatan PT Huawei

Huawei merilis hasil keuangannya untuk pertengahan pertama tahun (H1) 2011, di mana penyedia solusi telekomunikasi informasi dan komunikasi itu berhasil mencatat peningkatan 11 persen pada pendapatan penjualan, hingga dapat mencapai omset pertahun senilai USD15,2 miliar.

Produk Huawei
  • Huawei Mate2 4G
 
  • Hawei P8
 
  • Huawei Vision merupakan Ponsel Android pertama Huawei yang menggunakan User Interface 3D, design Unibody, dan layar cembung yang ergonomis dalam pengoperasian.
  • Huawei E5830 merupakan satu terobosan teknologi dari Huawei, dimana modem ini dapat memancarkan koneksi Wi-fi kepada 5 perangkat anda di saat yang bersamaan untuk internetan.
  • Huawei Media Pad & Huawei Ascend W1-Smartfren





Pengakuan
  1. Dinobatkan oleh BusinessWeek sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia, Desember 2008
  2. Termasuk salah World’s Most Respected Companies menurut The Reputation Institute dan diterbitkan oleh majalah Forbes, AS pada bulan Mei 2007
  3. Menerima Vodafone’s Global Supplier Award untuk Outstanding Performance pada bulan Juni 2007
  4. Menerima penghargaan InfoVision 2008 untuk produk IPTime dan 40G Transmission Solutions, yang dipersembahkan oleh International Engineering Consortium (“IEC”)
  5. Dari tahun 2004 hingga 2009, Huawei memenangkan Frost & Sullivan Asia Pacific ICT Awards untuk beberapa kategori selama lima tahun berturut-turut.

referensi :
1. http://datacomm.creatingforum.com/t3-sekilas-tentang-sejarah-huawei 
2. http://www.huaweidevice.co.id


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar